Rabu, 25 Maret 2009

[Lomba Surabaya] Lomba Foto & Artikel Tingkat SMA dan Mahasiswa Se-JAwa Timur, Total Hadiah 12 Jutaan (15 Maret 2009 – 20 April 2009)


Lomba Foto & Artikel Tingkat SMA dan Mahasiswa
Tema : Potensi Budaya dan Pariwisata Jawa Timur Di Balik Lensa

Ketentuan Umum Lomba :
- Foto merupakan hasil karya sendiri yang diambil pada tanggal 15 Maret – 20 April 2009
- Pendaftaran dilakukan pada tanggal 16 Maret – 21 April 2009
- Penjurian tahap I dilakukan pada tanggal 22 April – 25 april 2009
- Pengumuman 50 karya terpilih dan 20 karya yang lolos babak final tanggal 27 april 2009
- Babak Final dilaksanakan pada tanggal 02 Mei 2009

Syarat Umum Lomba :
- Peserta bertanggungjawab penuh atas foto
- Foto belum pernah diikutsertakan dalam bentuk lomba apapun
- Foto yang dikirim tidak boleh mengandung unsur SARA, provokatif dan pornografi
- Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Ketentuan Lomba Kategori SMA :
- Setiap peserta mengirimkan 2 buah foto (ukuran 10R) dan 1 buah artikel terkait tema panjang naskah minimal 750 kata diketik dengan kertas A4, font 12, Times New Roman, spasi 1,5.
- Tidak boleh melakukan olah digital dalam bentuk apapun
- Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 30.000,-
- Melampirkan copy kartu pelajar yang masih berlaku
- Menyerahkan CD yang berisi : file foto dan artikel beserta data diri lengkap peserta


Ketentuan Lomba Kategori Mahasiswa :
- Setiap peserta mengirimkan 2 buah foto (ukuran 10R) dan 1 buah artikel terkait tema panjang naskah minimal 1000 kata diketik dengan kertas A4, font 12, Times New Roman, spasi 1,5.
- Diperbolehkan melakukan saturasi warna dalam skala normal dan cropping tanpa menghilangkan objek foto
- Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
- Melampirkan copy kartu Mahasiswa yang masih berlaku
- Menyerahkan CD yang berisi : file foto dan artikel beserta data diri lengkap peserta

Dewan Juri:
Yuyung Abdi : Redaktur Foto Harian Jawa Pos
Suko Widodo : Dosen Komunikasi FISIP UNAIR
Perwakilan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur

Pengiriman Hasil Karya :
Panitia Lomba Foto dan Artikel
Student Center LPM FORMAT Fakultas Sains dan Teknologi
Jl Mulyorejo Kampus C Universitas Airlangga Surabaya 60115

Pembayaran :
Dapat di lakukan langsung di tempat pendaftaran atau Transfer ke rekening
BCA : an. Moh Yenri Shufianto
no. rek 2581640490 BCA KCU Diponegoro Surabaya

Contact Person :
Putri : 031 78205079
Indah : 085646219599
Zen : 087853029265
Website : lombafotoformat.wordpress.com
Email : lombafotoformat@gmail.com

Hadiah :
Kategori Pelajar:
- Juara I Rp 2.000.000,-
- Juara II Rp 1.500.000,-
- Juara III Rp 1.000.000,-
- Harapan I => 7 @ Rp 100.000,- Rp 700.000,-

Kategori Mahasiswa:
- Juara I Rp 3.000.000,-
- Juara II Rp 2.000.000,-
- Juara III Rp 1.000.000,-
- Harapan 1 => 7 @ Rp 150.000,- Rp 1.050.000,-

Sumber : halaman asli

SAYEMBARA FOTO DAN VIDEO KAMPENYE DEMOKRAT 2009 (LOMBA FOTO 17 MARET - 5 APRIL 2009)

SAYEMBARA FOTO DAN VIDEO
KAMPENYE DEMOKRAT 2009

KATEGORI

Umum & Wartawan
KETENTUAN UMUM :
- Peserta adalah Warga Dunia, yang berdomisili di dalam maupun di luar negeri
- Lomba di mulai dari tanggal pengumuman dari iklan yang di tayangkan di KOMPAS.
Di tutup pada tanggal 11 April 2009, pukul 23.59 WIB.
- Hasil lomba foto / video ini akan di nilai oleh Dewan Juri untuk dipilih 3 orang pemenang untuk setiap kategori.
- Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, serta tidak melayani tanya jawab.
- Peserta yang mengirimkan foto / video dengan nama orang lain akan di kenai sanksi diskualifikasi. Sanksi diberikan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

KETENTUAN KHUSUS :
- Pengiriman foto / video dialamatkan ke Panitia Penyelenggara.
- Jumlah foto / video yang dikirim ke panitia maksimal 5 (lima) per peserta.
- Durasi video maksimal 3 menit per klip.
- Penamaan judul foto selalu diawali dengan kalimat :

LOMBA FOTO & VIDEO KAMPANYE DEMOKRAT
- Lokasi pengambilan gambar adalah Wilayah Negara RI.
- Media Foto : Kamera Digital DSLR, Kamera Saku (pocket), Min. 3 MP.
- File yang dikirim dalam format Print out ukuran 10 R atau format JPEG maks. 1 MB
- Media Video : Kamera Digital Video Resolusi NTSC 480i atau PAL 5761.
- File video yang dikirim dalam format. Mov atau mp4.
- Warna foto / video bebas.

KRITERIA PENILAIAN :
- Foto/ video asli/ orisinil, bukan rekayasa komputer/ manipilasi foto/ bajakan.
- Unsur yang akan dinilai : tema/ pesan, teknik pemotretan/ pengambilan gambar dan penataan artistik.
- Masa lomba : tanggal 17 Maret, pukul 00.00 WIB hingga tanggal 5 April 2009, pikul 23.59 WIB.
- Foto harus bertemakan “Demokrat Campaign Tour 2009” yang menggambarkan situasi kampanye terbuka Partai Demokrat 2009.
- Hak cipta tetap pada peserta lomba, sedangkan hak publikasi/ hak pakai ada pada pihak penyelenggara.

Masing-masing pemenang akan mendapat uang tunai senilai :
JUARA I Rp. 35.000.000,-
JUARA II Rp. 20.000.000,-
JUARA III Rp. 12.500.000,-

Kirimkan materi lomba ke panitia penyelenggara :
Bravo Media Center (BMC)
Jl. Teuku Umar 51, Menteng, Jakarta Pusat 10350
CP : Eman (0813 85453961)
Materi diterima paling lambat tanggal 15 April 2009 (cap pos)

Sumber : halaman asli

Selasa, 24 Maret 2009

Sinematografi

SINEMATOGRAFI. Ada beberapa istilah perfileman yang kita tidak tau apa itu artinya salah satunya “sinematografi” sebenarnya orang banyak sekali membicarakan mengenai sinematografi itu sendiri namun banyak pula yang kurang paham akan hal tersebut, sebenarnya apa sih “sinematografi” itu sendiri?

Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa inggris Cinematograhy yang berasal dari bahasa latin kinema ‘gambar’. Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya Fotograpfi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam senematografi di sebut montase (montage)

Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpanan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpanan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya.Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpanan di awal pertumbuhan sinematografi.

Untuk lebih lengkap bisa dilihat di

Heru Efendy,2002,Mari Membuat Film,Panduan Menjadi Produser,Yogyakarta:Panduan

Askurifai Baksin,2003,Membuat film indie itu gampang, Bandung Katarsis

Mungkin ini dapat sedikit menambah wawasan mengenai istilaf film, tapi apapun istilahnya apapun hukumnya dalam pembuatan film harus keluar dari dalam hati dan berani karena itu semua adalah seni.

Ada beberapa istilah perfileman yang kita tidak tau apa itu artinya salah satunya “sinematografi” sebenarnya orang banyak sekali membicarakan mengenai sinematografi itu sendiri namun banyak pula yang kurang paham akan hal tersebut, sebenarnya apa sih “sinematografi” itu sendiri?

Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa inggris Cinematograhy yang berasal dari bahasa latin kinema ‘gambar’. Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya Fotograpfi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam senematografi di sebut montase (montage)

Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpanan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpanan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya.Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpanan di awal pertumbuhan sinematografi.

Written by Andhi Pramudya W (Rollingaction.com)
Halaman lain

Teknik Fotografi

Teknis Fotografi & Fungsinya

Fotografi bukan segalanya tentang kamera. Dikatakan bahwa fotografi adalah seni bermain dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya, maka mustahil fotografi itu ada. Menghasilkan sebuah gambar yang bagus, harus memiliki visi yang kuat dalam hal ‘melihat’. Memperhatikan cahaya, komposisi dan momen adalah hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam membuat foto yang dapat dikategorikan ‘bagus’.

Namun, sepertinya mustahil dapat menghasilkan foto seperti itu jika tidak mengenal dan memahami dari masing-masing teknis fotografi dasar. Fotografi memang bukan segalanya tentang kamera, namun kamera adalah alat untuk menyalurkan visi kita itu. Maka, sekiranya perlu mengenal dan memahami bagaimana kamera bekerja.


Tugas utama dari kamera adalah mengatur intensitas cahaya yang masuk dan pada akhirnya mengenai film/sensor (selanjutnya saya sebut medium). Apabila, kamera mengizinkan terlalu banyak cahaya yang masuk maka medium akan terbakar (overexposed). Dan sebaliknya. Bagaimana agar cahaya yang masuk itu tidak berlebih dan tidak kurang, atau dengan kata lain ‘pas’. Berikut saya jabarkan satu-satu.

Aperture
Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka. Fungsi ini lebih tepatnya terletak pada lensa. Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar.

Penulisan Aperture yang benar adalah f/x. Sehingga apabila dikatakan nilai Aperture-nya adalah 5.6, maka penulisan yang benar adalah f/5.6. Jadi jangan bingung apabila ada yang bilang bahwa bukaan lensa 2.8 lebih besar dari bukaan lensa 5.6. Karena kalau secara penulisan matematisnya memang benar khan? (f/2.8>f/5.6) Tapi kebanyakan kita malas untuk bilang f/2.8 atau f/5.6, karena kita orangnya simpel sih…

Efek Samping dari Aperture
Seperti obat batuk yang memiliki efek samping, begitu juga dengan aperture. Efek sampingnya adalah semakin besar bukaan lensa, maka akan semakin kecil daerah fokusnya. Dan sebaliknya. Daerah fokus inilah yang biasa dikenal dengan DOF (Depth of Field). Untuk lebih jelasnya, lihat foto berikut ini:


f/3.5, 1/125 detik @ 50mm ISO 100

Seperti contoh gambar diatas, terlihat bahwa daerah focus hanya pada putik bunganya saja. Sedangkan bagian mahkotanya sudah out of focus (blur). Tapi, coba lihat pengambilan dengan bukaan kecil ini.



f/11, 1/200 detik @ 17mm ISO 200

Pada contoh diatas hampir keseluruhan gambar terlihat tajam (kecuali objek yang memang jauh).


Shutter Speed
Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar.

Penulisan shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah foto menggunkanan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik. Jadi jangan bingung kalau dikatakan bahwa speed 60 lebih cepat dibandingkan 30. karena secara penulisan matematis memang begitu khan?

Efek Samping dari Shutter Speed
Seperti berpacaran yang memiliki efek samping, seperti sulit melirik wanita/pria lain, begitu juga dengan shutter speed. Semakin cepat shutter speed, maka akan gambar akan semakin terlihat diam (freeze). Dan sebaliknya, apabila speed terlalu lamban gambar akan terlihat blur dikarenakan gerakan yang terlalu cepat, sehingga objek terlihat bergerak sangat cepat. Lebih jelasnya, silahkan lihat foto berikut sebagai ilustrasi:



1/320 detik, f/5.6 @ 17mm ISO 100

Kuda sedang berlari (gak mungkin sedang nari khan?) terlihat diam dengan menggunakan shutter speed yang cepat.



1/15 detik, f/11 @ 17mm ISO 400
orang yang sedang duduk terlihat tajam, sedangkan kendaraan dibelakangnya yang bergerak terlihat blur.

ISO atau ASA
Adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tingkat sensitifitasnya. Artinya, apabila kita merubah nilai ISO atau ASA ini menjadi lebih tinggi, sedangkan aperture dan speednya tidak diubah, maka medium akan menerima cahaya lebih banyak. Dan sebaliknya.

Efek Samping ISO atau ASA
ISO adalah tingkat sensitifitas sensor (medium), sedangkan ASA adalah tingkat sensitifitas film (medium), jadi perbedaannya hanya dimediumnya saja. Tapi logikanya sama. Kecuali efek sampingnya. Dimana apabila menggunakan film ASA tinggi, maka gambar akan terlihat grainy (berbentuk titik kecil namun banyak). Sedangkan penggunaan ISO tinggi akan menghasilkan noise (seperti bentuk cacing namun banyak). Sedikit aja udah geli apalagi banyak.

Ya udah, segini dulu deh… (ini juga udah lumayan pegel tangannya). Yang penting adalah kita mengenal kamera serta fungsi-fungsinya sebagai alat yang menyalurkan visi kita dalam menghasilkan sebuah gambar. Jadi, semua fungsi memiliki efek samping, tapi bukan berarti ini jelek. Namun, kita harus bisa menggunakannya dengan bijak. Pertanyaannya adalah, efek apa yang ingin dihasilkan supaya memperkuat pesan yang ingin disampaikan? Kalau mau lebih kuat lagi sampeiin aja sendiri…

(di ambil dari: halaman asli )

Sabtu, 21 Maret 2009


Film James Bond Terbaru : Quantum of Solace
Ditulis Pada : September 9th, 2008 , 1:17 am Kategori Film Author: Nias zalukhu

Film “James Bond” Terbaru “Quantum of Solace” akan segera beredar di seluruh dunia. Film terbaru James Bond 007 ini merupakan film ke 22 dari seluruh film James Bond yang pernah dirilis. Bagi yang sudah menonton Film James Bond sebelumnya yaitu Casino Royale pasti sudah mengetahui bahwa di film ke 21 James Bond tersebut, kisahnya kembali diulang lagi dari awal atau dengan kata lain bukan kelanjutan dari film James Bond ke 20 Die Another Day. Film James Bond sebelumnya Casino Royale menceritakan pertualangan pertama agen rahasia yang dikenal dengan nomor 007 itu. Nah bagi yang sudah menonton Casino Royal pada tahun 2006 yang lalu, pasti penasaran pada akhir cerita yang menggantung. Nah James Bond 007 “Quantum of Solace” ini merupakan lanjutan dari kisah Casino Royale. Sambil menunggu tanggal mainnya, ga ada salahnya kita menyimak resensi film terbaru James Bond 007 Quantum of Solace.

Film Casino Royale diceritakan bahwa James Bond dikhianati oleh rekannya Vesper dan film pun berakhir tanpa memberi jawaban teka-teki siapa sebenarnya pengkhianat dalam organisasi mata-mata MI6. Berikut resensi film James Bond terbaru Quantum of Solace yang merupakan lanjutan dari Casino Royale.

film james bond 007 terbaru

Setelah dikhianati, James Bond (Daniel Craig) pun merasa bahwa misi yang diembannya sudah melebihi dari apa yang harus dikerjakannya sebagai seorang mata-mata. Bahkan dia merasa bahwa masalah ini justru cenderung pada masalah urusan pribadi. Dengan dibantu oleh M (Judi Dench), James Bond menyelidiki lebih jauh siapa gerangan Mr. White (Jesper Christensen), yang sudah memaksa Vesper untuk melakukan misi berbahaya yang kemudian nantinya terbongkar bahwa di dalam tubuh organisasi MI6 sendiri terdapat pengkhianat.

Bond kemudian mendekati seorang wanita cantik bernama Camille (Olga Kurylenko) untuk membawanya kepada Dominique Greene (Mathieu Amalric) seorang pengusaha yang kaya namun kejam sekaligus merupakan pemimpin dari sebuah kelompok yang misterius.

James Bond kemudian mengetahui bahwa ternyata Greene bekerjasama dengan Jendral Medrano (Joaquin Cosio) untuk mengendalikan sumber energi dunia demi kepentingan pribadi mereka. Nah sembari menemukan sang pengkhianat, maka James Bond harus beraksi lebih cepat dari CIA dan MI6 untuk menghentikan teroris berbahaya tersebut.

Film ini merupakan film kedua Daniel Craig dalam memerankan tokoh mata-mata James Bond 007. Seperti biasanya film-film James Bond sebelumnya, film Quantum of Solace juga menampilkan gadis sexy yang sering disebut Bond’s Girl. Kali ini menampilkan Olga Kurylenko, seorang aktris Russia yang terakhir bermain dalam film HITMAN.

Kita tunggu apakah film terbaru James Bond 007 ini mampu sesukses film-film James Bond sebelumnya. Rencananya Film Terbaru James Bond 007 ini akan serentak dirilis di berbagai negara di seluruh dunia pada tanggal 7 November 2008.